-->

Bagaimana menjadi guru yang berkarakter dan profesional

Daftar Isi [Tampilkan]
....
Tips bagaimana menjadi guru yang berkarakter dan profesional

Empat hal yang perlu dimiliki untuk menjadi guru berkarakter dan profesional. Guru, meskipun terdiri dari satu kata, tetapi mengandung berjuta makna, bahkan keberadaannya mampu untuk menentukan masa depan dunia. Ada satu arti yang melekat dalam sosok seorang guru, yaitu keteladanan. Apapun yang dilakukan dan diucapkan oleh seorang guru, pengaruhnya cukup kuat. Untuk itulah guru harus menyadari bahwa kehadirannya akan menjadi warna dan pengaruh bagi setiap anak didiknya.
Guru memiliki pengaruh yang luar biasa bagi anak-anak didiknya. Ketika seorang guru mengawali langkah di kelas dengan mantap, wajah dan ucapannya akan begitu cepat direspon oleh siswa. Guru yang menampakkan wajah optimis, memberikan senyuman, dan suara yang mantap juga akan direspon positif oleh anak didiknya. Sebaliknya, guru yang masuk dengan wajah lesu, cemberut, dan suara yang lemah akan mendapatkan respon dari peserta didik yang lesu, cemberut, dan tidak bersemangat pula. Apapun yang dilakukan dan dikatakan oleh guru, akan selalu menjadi panutan bagi peserta didik.
Berbicara mutu sekolah tidak dapat terlepas dari mutu guru, karena mutu sekolah merupakan cerminan dari mutu guru. Hal ini tidak jauh berbeda dengan konsep pendidikan karakter, bahwa karakter sekolah adalah karakter guru. Apapun yang dilakukan oleh guru, peserta didik lebih banyak meniru Ketika hendak melihat gambaran mutu sebuah lembaga pendidikan, terlebih dahulu melihat mutu guru yang ada.
Apakah guru-guru yang ada memiliki mutu dan karakter yang bagus, peduli dengan peserta didik, perilakunya baik, kemauan yang keras untuk selalu mau berkembang ke arah yang lebih baik. Atau sebaliknya, menjadi guru yang nyaman di zona aman. Padahal zona nyaman sesungguhnya tidak akan pernah aman. Justru yang berani berubah dan keluar dari zona nyaman untuk berbuat lebih baiklah yang akan eksis sebagai guru bermutu dan berkarakter.
Indonesia yang terdiri dari ribuah pulau ini memiliki keberagaman budaya, adat istiadat, dan aneka perbedaan lainnya. Hal ini juga bisa menghadirkan sosok guru yang berbeda beda. Keberagaman itu ada sejak lama dan hingga kini masih terasa. Ada guru yang bekerja di kota dengan berbagai fasilitas yang serba lengkap. Akan tetapi ada juga guru yang bekerja di daerah terjauh, terluar, dan terpencil (3T) dengan fasilitas yang kurang memadai. Dengan latar belakang yang berbeda itu, maka bisa dilihat sebagai sebuah keragaman yang harus dijembatani agar tugas-tugas mulia seorang guru sampai pada sebuah tujuan yang sebenarnya, yaitu untuk mencerdaskan generasi bangsa.
Guru memang dituntut untuk pintar, tetapi yang tidak kalah penting adalah memiliki karakter yang bisa dipertanggungjawabkan. Baik itu pertanggungjawaban kepada sesama manusia, lebih-lebih kepada Tuhan. Mengingat bam segala perilaku peserta didik lebih banyak meniru guru sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa baik dan buruknya peserta diu tidak lepas dari sentuhan perilaku seorang guru. Untuk itu guru dituntut memiliki karakter yang baik jika ingin menjadi guru bermutu.
Untuk mengetahui lingkungan sekolah itu berkarakter dan memiliki budaya mutu, maka setiap individu, khususnya guru bisa membuat parameter diri. Jika secara umum guru sudah masuk pada kategori berkarakter dan selalu menjaga budaya
mutu, maka akan tercermin pada peserta didik dan warga sekolah lainnya. Inilah yang disebut dengan lingkungan sekolah berkarakter dan memiliki budaya mutu. Berikut ini langkah mudah untuk melihat diri sebagai guru bermutu dan berkarakter. Minimal ada empat tahap yang perlu diperhatikan.

A. Guru berkarakter adalah guru yang diterima

Guru yang diterima adalah guru yang kehadirannya dapat diterima dengan baik oleh anak didik. Menjadi guru diterima merupakan langkah pertama. Meskipun ini tahapan paling awal, tahap ini penting untuk memasuki tahap selanjutnya. Untuk sebab itu, kehadiran seorang guru, diusahakan diterima oleh anak didik dengan perasan yang senang. Ada beberapa hal yang bisa dijadikan sebab seorang guru bisa diterima oleh anak didik. Sebab-sebab inilah yang perlu terus dijaga dan diperhatikan.

B. Guru berkarakter guru yang dicintai

Guru yang dicintai adalah guru yang keberadaannya selalu menyenangkan bagi peserta didik. Persoalan senang dan tidak senang sesungguhnya adalah urusan hati. Jika hati sudah mulai senang, maka akan menjadi kunci pembelajaran lebih efektif.
Untuk itu dalam proses pembelajaran perlu sentuhan hati. Bukan hanya apa yang dimaui oleh guru, tetapi guru tahu apa yang dibutuhkan oleh peserta didik.
Perasaan senang bisa menghilangkan sekat antara guru dan peserta didik. Guru yang dicintai membuat jarum jam di dinding berjalan begitu cepat. Waktu berjalan tidak terasa dan pembelajaran asyik menyenangkan. Hal ini terjadi karena rasa suka sudah singgah di dasar hati. Semua bisa dinikmati dalam suasana yang menyenangkan.

C. Guru berkarakter guru yang dipercaya

Menjadi guru yang dipercaya oleh anak didik harus diimbangi dengan usaha memperkaya diri dengan terus belajar. Sadar bahwa perkembangan pendidikan terus berjalan dalam kurun waktu yang sangat cepat. Jika tidak melakukan perbaikan secara terus
menerus, maka akan tertinggal dari perkembangan pengetahuan yang ada. Kondisi yang terjadi kemarin akan berbeda dengan saat ini, apalagi untuk waktu yang akan datang.
Peserta didik akan menaruh kepercayaan kepada guru jika mendapatkan solusi dan jawaban yang tepat. Di saat seperti sekarang ini, solusi cepat dan tepat menjadi keinginan bagi peserta didik. Untuk itulah, guru harus berusaha mencari
berhagai alternatif dalam membantu memecahkan persoalan pelajaran secara cepatdan tepat pada peserta didik

D.Guru berkarakter guru yang dirindukan

Guru yang dirindukan adalah guru yang selalu dinanti kehadirannya di dalam kelas. Ketika tidak hadir karena ada halangan maka guru tersebut akan selalu dicari. Ketika sakit selalu didoakan kesembuhannya agar bisa segera kembali masuk kelas. Guru dirindukan mempunyai daya tarik yang luar biasa. Guru yang dirindukan kehadirannya selalu ditunggu oleh peserta didik.
Guru bisa memasuki level sebagai guru yang dirindukan melalui beberapa tahapan. Diawali dengan proses diterima, dicintai, dan dipercaya oleh peserta didik. Hati guru yang dirindukan selalu menyatu dengan peserta didik. Begitu juga hati peserta didik, sudah melekat dengan guru. Mereka, antara guru dan peserta didik merasa satu hati. Mereka merasa saling membutuhkan satu sama lain

oleh: Drs. Najib Sulhan

....

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel