Tips Meredam kemarahan menurut Islam

Kemarahan datang dari hati ketika digelitik dengan emosi. Terkadang saat-saat kesedihan dan luka hati akan menyebabkan api kemarahan yang berkobar. Emosi marah yang pasti menguji keimanan seseorang. Kemarahan yang memungkinkan tangan untuk melepaskan benturan. Mungkin bahkan kaki meleset dari tendangan. Ini juga dapat menyebabkan mulut melontarkan hinaan.

Tips Meredam kemarahan menurut Islam

Maqrah adalah sifat tercela yang tidak memiliki batas karena hanya membawa kehancuran dan kehancuran. Anggota luar akan melepaskan apa yang terpendam dan mungkin hati juga akan menyimpan dendam. Kata-kata Yang Mulia yang artinya:

“Barangsiapa menahan diri dalam keadaan marah dan jika diperlukan untuk menyetujuinya, pasti dia memiliki kekuatan untuk melakukannya dan Allah akan mengisi hatinya pada Hari Kebangkitan dengan iman dan kedamaian.” (HR.Abu Daud).

Saat hati membakar bara amarah, sadarilah bahwa yang berbisik adalah bisikan setan. Karena iblis memusuhi umat manusia agar dibenci dan dendam pada orang yang menyakiti. Karena itu, jangan lupakan pesannya yang penuh makna:

“ Sesungguhnya setan itu terbuat dari api, hanya air yang dapat memadamkan api. Jika salah satu dari kalian marah, maka berwudhu”. (HR.Abu Daud).

Jangan lupa dengan "istiaazah" Auzubillah Minashaitan Nirrajiim (أعوذ الله من الشيطان الرجيم) Aku berlindung kepada Allah dari setan yang dirajam. Membacanya semoga membawa kesabaran dalam menghadapi tudingan api amarah. Jangan menjadi manusia yang melampiaskan amarah dengan memukul anak, istri dan manusia lainnya karena dapat menimbulkan kerugian.

Bukan manusiawi jika hati seekor binatang kehilangan kewarasannya seperti binatang ketika hati dikuasai amarah. Jangan lakukan itu karena Anda akan dihakimi pada akhirnya.

Yang membisikkan ke dalam hati untuk mengungkapkan kemarahan dalam hati sebenarnya adalah setan dan setan. Jadi jangan didengar oleh musuh kita sepanjang waktu. Orang tua benar, ikuti rasa malapetaka, ikuti hati yang mati.

Tarik napas dalam-dalam, nyanyikan pahala "Astaghfirullah al'adzim" ​​(استغفر الله العظيم) Saya mohon ampun kepada Allah SWT dan doa semoga kemarahan Anda yang berada di dalam diri cepat menghilang. Agar pikiran kembali sadar dari melakukan kesalahan dan agar hati mulai tenang, maafkan mereka yang melakukan kesalahan.

Menahan diri dari api kemarahan sebagai perintahnya ketika seorang pria berkata; “Ya Rasulullah, beri aku pesan dengan pekerjaan yang mudah”, jawabnya, “Jangan marah”, lalu dia bertanya lagi kemudian dia juga menjawab hal yang sama, “Jangan marah”. 

Benar-benar menahan diri dari kemarahan itu adalah sifat yang terpuji. Senang untuk diungkapkan secara lisan tetapi sulit untuk dipraktekkan dalam suatu situasi. Bersabarlah daripada marah dan menahan diri. Mudah dalam perkataan sulit dalam perbuatan karena hanya orang beriman dan sabar yang mampu menghadapinya. Kata-kata Yang Mulia yang artinya:

"Bukan kekuatan yang kuat untuk menjatuhkan beberapa orang, tetapi yang kuat adalah seseorang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah." (HR Bukhari dan Muslim).

Ikuti teladannya ketika dia berkhotbah ke Taif. Ia dilempari batu oleh anak-anak nakal di kota Taif. Orang-orang Taif menyewa budak-budak nakal untuk melempari dia dengan batu begitu dia memasuki kota Taif sehingga hujan lemparan batu menyebabkan sepatunya penuh dengan darahnya sendiri. Tapi dia tidak menanggapi dan tidak mendoakan kejahatan bagi mereka meskipun dia adalah Utusan Allah. Begitulah kehebatan kesabarannya, tidak marah, tidak membalas bahkan memaafkan mereka.

Maka ketika marah, Syekh Abdul Qadir menasihati dua hal:

1. Harus mematahkan amarah yaitu menahannya tetapi juga tidak menahan amarah sehingga menghilangkannya sama sekali. Karena kemarahan itu harus diperbesar dan dihasilkan ketika menghadapi orang-orang kafir sebagai alat untuk melawan semua orang kafir. Oleh karena itu, amarah dalam hal ini dapat mencegah kemunkaran dan menyuruh kebaikan.

Kemarahan itu seperti anjing pemburu karena anjing hanya bisa mengikuti instruksi ketika dididik. Didiklah diri Anda dari sifat marah dengan membiasakan diri lambat marah dan pemaaf dengan berbagai alasan yang mengundang amarah. Baru kemudian kita bergerak atau berdiam diri, gerakan tersebut dikendalikan oleh tuntunan akal dan syariah.

2. Saat amarah berkobar, kita perlu menahannya dengan pengetahuan dan pekerjaan. Ilmu yang dimaksud adalah mengetahui bahwa tidak ada alasan baginya untuk marah karena yang terjadi adalah qada' dan qadar Allah. Jadi kita harus diingatkan bahwa kita wajib mengikuti setiap perintah Allah dari mengikuti hawa nafsu yang menyebabkan Anda marah. Sedangkan yang dimaksud dengan satu pekerjaan adalah dengan membaca istiaazah:

Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk

Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Sebagai manusia yang mengharapkan keridhaan Tuhan, latihlah kesabaran dalam diri Anda dan hiasi hati Anda dengan sifat-sifat yang terpuji. Tahan amarah karena itu baik dan terpuji.

sumber : https://theinspirasi.my/cara-mengawal-kemarahan/

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url