-->

Download Buku Matematika K13 Kelas 4,5 dan 6 Revisi 2018

Daftar Isi [Tampilkan]
....


Buku mata pelajaran matematika K13 ini disusun untuk mempermudah penggunaan buku peserta didik Mari Belajar Matematika untuk SD/MI Kelas IV. Buku K13 ini terdiri atas dua bagian. Bagian pertama berisi tentang bagian umum pembelajaran matematika. Adapun bagian kedua berisi strategi pembelajaran matematika tiap topik, sesuai konsep pembelajaran yang ditetapkan oleh pemerintah dan buku siswa. Uraian setiap topik disajikan untuk setiap pertemuan. Pada setiap pertemuan berisi materi untuk
guru, kegiatan pembelajaran, alat/bahan/media, dan sumber belajar. Dengan model pengorganisasian seperti ini, diharapkan guru mendapatkan kemudahan dan pemahaman lebih dalam terhadap materi ajar dan cara pembelajarannya.

A.    Tujuan Pembelajaran Matematika
Pendidikan matematika di sekolah diharapkan memberikan kontribusi dalam mendukung pencapaian kompetensi lulusan pendidikan dasar melalui pengalaman belajar, agar mampu:
1. memahami konsep dan menerapkan prosedur matematika dalam kehidupan sehari-hari;
2. melakukan operasi matematika untuk penyederhanaan, dan analisis komponen yang ada;
3. melakukan penalaran matematis yang meliputi membuat generalisasi berdasarkan pola, fakta, fenomena atau data yang ada, membuat dugaan dan memverifiasinya;
4. memecahkan masalah dan mengomunikasikan gagasan melalui simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah;
5. menumbuhkan sikap positif seperti sikap logis, kritis, cermat, teliti, dan tidak mudahmenyerah dalam memecahkan masalah. Secara lebih khusus, mata pelajaran matematika diajarkan untuk tujuan membekali peserta didik pengetahuan, pemahaman, dan sejumlah kemampuan yang dipersyaratkan
untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi serta mengembangkan ilmu dan
teknologi.

B.    Petunjuk Pembelajaran Dalam Buku Matematiaka
Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam
kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional
Pendidikan. Kompetensi itu terdiri atas kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD).
Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk
menunjukkan ketercapaian KD tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran
dan dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan
diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan, sebagai target pencapaian
kemampuan peserta didik secara individu. Indikator ini merupakan seperangkat kriteria
atau ciri kemampuan yang harus dicapai peserta didik dalam kegiatan pembelajaran agar
kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Isi tercapai secara efektif. Beberapa hal yang
perlu diperhatikan dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi sebagai berikut.
a. Untuk satu KD dirumuskan minimal ke dalam dua indikator pencapaian kompetensi.
Jumlah dan variasi rumusan indikator disesuaikan dengan karakteristik, kedalaman,
dan keluasan KD, serta disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran,
satuan pendidikan.
b. Perumusan indikator dalam bentuk kata kerja operasional yang dapat diukur atau diamati
kinerjanya melalui penilaian.
c. Rumusan indikator hendaknya relevan dan merinci kompetensi dasar sehingga dapat
digunakan sebagai acuan pembelajaran dan penilaian dalam mencapai kompetensi.
d. Rumusan indikator berbeda dengan tujuan pembelajaran. Rumusan tujuan pembelajaran
merupakan kemampuan atau hasil belajar yang dicapai dikaitkan dengan kondisi, situasi,
karakteristik pembelajaran/peserta didik/satuan pendidikan/daerah.
Indikator memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam mengembangkan
pencapaian kompetensi. Indikator berfungsi sebagai pedoman dalam:
a. mengembangkan materi pembelajaran;
b. mendesain kegiatan pembelajaran yang efektif;
c. mengembangkan bahan ajar;
d. merancang dan melaksanakan penilaian dalam menentukan bentuk dan jenis penilaian.
Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik, guru, dan sumber
belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran harus interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif.
Selain itu, proses pembelajaran harus memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fiik serta
psikologis peserta didik. Perumusan indikator, pembelajaran, dan penilaian dalam
panduan ini dimaksudkan untuk membantu atau memberikan masukan kepada guru
matematika dalam membuat perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran serta penilaian
matematika dalam kelas. Dalam menyusun perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran
serta penilaian matematika, seorang guru juga harus memerhatikan unsur-unsur
pendidikan sikap.

C.    Sumber Belajar Buku Matematika
Sumber belajar yang utama dalam proses pembelajaran matematika adalah
lingkungan sekitar. Awali proses pembelajaran matematika yang bersumber pada
peristiwa alam yang sering terjadi di sekitar peserta didik. Untuk memperkuat konsep
yang sedang dikaji maka diperlukan sumber belajar lain, yaitu buku siswa dan buku
referensi lain yang masih relevan.
Pada tiap materi pelajaran dan/atau subpelajaran pembelajaran matematika tertentu
sebaiknya diakhiri dengan tugas proyek. Guru berperan sebagai pendorong, motivator,
dan fasilitator dalam pemberian tugas proyeknya. Selain kreatif dan terampil, guru juga
harus memberikan bimbingan cara melakukan tugas proyek dan pembuatan laporan
secara tertulis kepada peserta didik. Selanjutnya, guru membimbing peserta didik untuk
 menyajikan hasil kerja individu maupun kelompok dalam bentuk presentasi. Presentasiini dapat berupa lisan atau tertulis, atau bentuk penyajian lain yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri atas hasil karya yang telah mereka dapatkan.
Meskipun proses belajar atau pola pembelajaran sekarang berpusat pada peserta
didik, peran guru tetaplah besar. Untuk itu, seorang guru yang baik haruslah memenuhi
hal-hal berikut.
a. Menguasai bahan ajar. Tuntutan ini mengharuskan guru untuk setiap saat memacu diri
dalam meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan diri.
b. Bersikap kreatif dan aktif. Guru diharapkan selalu mengembangkan kreativitas secara
aktif dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga situasi belajar tidak membosankan dan
monoton.
c. Rajin belajar dan dapat memotivasi peserta didik agar senang dan tertarik untuk
mempelajari Matematika.

D.    Media Dalam Pembelajaran Buku Matematika
Media pembelajaran merupakan alat bantu yang dapat digunakan untuk
memudahkan proses belajar mengajar di sekolah. Dengan adanya media pembelajaran,
proses belajar mengajar dapat terbantukan dengan baik. Dengan harapan, peserta didik
dapat dengan mudah memahami konsep matematika yang dipelajari. Media pembelajaran
yang digunakan tersebut dapat berupa gambar atau alat peraga pembelajaran yang
digunakan pada saat menjelaskan atau memahami suatu materi tertentu. Alat bantu ini
akan sangat bermanfaat bagi peserta didik untuk mengembangkan daya imajinasinya.
Oleh karena itu, penting rasanya bagi seorang guru atau pendidik lain untuk menyediakan
media pembelajaran di setiap pertemuan.
Berikut ini beberapa manfaat media pembelajaran dalam proses belajar peserta didik.
a. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian peserta didik sehingga dapat menumbuhkan
motivasi belajar.
b. Materi pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh
peserta didik dan memungkinkan peserta didik menguasai tujuan pembelajaran dengan
baik.
c. Peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran karena tidak hanya mendengarkan
uraian guru, tetapi juga melakukan aktivitas lain, seperti mengamati, melakukan, dan
mendemonstrasikan.
Pemaknaan media pembelajaran sering kali dianggap sebagai sesuatu yang
memberatkan guru atau pendidik. Pandangan ini muncul karena media pembelajaran
selalu dikaitkan dengan media elektronik (komputer) yang harus mereka sediakan. Media
pembelajaran tidak harus menggunakan media elektronik. Gambar atau alat bantu belajar
yang sederhana pun dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Berikut beberapa
contoh media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika.
a. Gambar, Diagram, dan Grafi
Media pembelajaran berupa gambar dapat disajikan dalam kertas gambar ukuran
besar. Media pembelajaran bentuk ini dapat digunakan saat menjelaskan tentang bangun
datar, bangun ruang, dan konsep penyajian data. Materi pembelajaran yang disampaikan
melalui gambar akan lebih mudah diterima dan diingat oleh peserta didik.
b. Alat Peraga Sederhana
Media pembelajaran berupa alat peraga dapat dibuat dari barang-barang yang
mudah didapat peserta didik. Misalnya, bentuk kubus, balok, kerucut, tabung, bola,
dan bentuk lainnya. Untuk itu, guru harus berpikir kreatif untuk membuat alat-alat
peraga yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran matematika. Guru juga dapat
melibatkan peserta didik untuk membuat alat peraga tersebut.
c. Program Komputer
Media pembelajaran yang lain adalah memanfaatkan teknologi komputer.
Misalnya untuk membuat diagram batang, diagram garis, atau diagram lingkaran dapat
menggunakan program Microsoft Word. Selain itu, komputer juga bisa digunakan untuk
menyampaikan materi pembelajaran matematika dalam bentuk slide yang dibuat dengan
program presentasi, misalnya Microsoft Powerpoint. Program presentasi menyediakan
banyak fasilitas untuk membuat slide presentasi yang menarik, termasuk fasilitas
penyisipan gambar, video, animasi, suara, tabel, dan grafi.
d. Animasi
Media pembelajaran berbentuk animasi lebih unggul untuk menjelaskan konsepkonsep matematika. Media ini dapat dibuat dengan menggunakan bantuan program
aplikasi, seperti macromedia flsh. Guru dapat mengunduh animasi dari situs di internet
yang menyediakan animasi secara gratis.
e. Video dan Film
Guru tidak perlu membuat video dan fim sendiri. Banyak video dan fim tentang
materi matematika yang dapat diunduh (download) dari internet. Selanjutnya, hasil
unduhan dapat digunakan untuk media pembelajaran. Sebagai catatan, guru harus
memerhatikan apakah video dan fim tersebut sesuai atau tidak dengan materi yang ingin
disampaikan dan tingkat usia peserta didik.

E.     Alokasi Waktu Pembelajaran
Pembagian alokasi waktu pembelajaran didasarkan pada asumsi bahwa
pembelajaran efektif adalah 18 minggu sampai 20 minggu per semester. Jumlah jam
pelajaran matematika adalah 6 jam pelajaran/minggu.

F.     Tabel Alokasi Waktu Dalam Buku Matematika
Semester 1 Pelajaran Tema Jumlah Jam
Pelajaran
1 Pelajaran 1 Pecahan
( 44 jam pelajaran, 22 pertemuan )
A. Pengertian Pecahan
B. Pecahan Senilai
C. Pecahan Sederhana
D. Membandingkan dan Mengurutkan Pecahan
E. Berbagai Bentuk Pecahan
F. Pembulatan Bilangan
G. Menaksir Hasil Operasi Hitung Dua Bilangan

Pelajaran 2
Konsep Faktor dan Kelipatan Bilangan
( 36 jam pelajaran, 18 prtemuan )
A. Faktor Suatu Bilangan
B. Kelipatan Suatu Bilangan
C. Bilangan Prima
D. Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK)
E. Permasalahan yang Berkaitan dengan FPB dan KPK

Pelajaran 3 Pengukuran Panjang dan Berat ( 28 jam pelajaran 14 pertemuan )
A. Mengingat Satuan Baku Panjang
B. Operasi Hitung yang Melibatkan Satuan Panjang
C. Pembulatan dan Menaksir Hasil Pengukuran Panjang ke Satuan Terdekat
D. Mengingat Satuan Baku Berat
E. Operasi Hitung yang Melibatkan Satuan Berat
F. Pembulatan dan Penaksiran Hasil Pengukuran Berat ke Satuan Terdekat

Semester 2
Pelajaran 4 Keliling dan Luas Bangun Datar ( 40 jam20 pertemuan  pelajaran , 0
A. Mengenal Segi Banyak Beraturan dan Segi Banyak Tidak Beraturan
B. Keliling Bangun Datar
C. Luas Bangun Datar
D. Menjelaskan Hubungan Antargaris

Pelajaran 5
Statistika
A. Pengumpulan Data
( 28 jam pelajaran )
B. Mengolah dan Menyajikan Data
C. Menafsirkan Sajian Data

Pelajaran 6
Pengukuran Sudut
( 28 jam pelajaran, 14 prtemuan 0
A. Mengenal Sudut
B. Mengukur Besar Sudut
C. Membandingkan Besar Sudut
D. Mengukur Sudut Pada Bangun Datar
E. Menyelesaikan Masalah yang Berkaitan dengan Pengukuran Sudut

G. Bagian Khusus Buku ini 
Buku ini merupakan pedoman guru untuk mengelola kegiatan pembelajaran dalam memfasilitasi peserta didik untuk memahami materi dan konsep-konsep matematika yang ada pada buku teks pelajaran. Materi ajar yang ada pada buku teks pelajaran matematika akan diajarkan selama satu tahun ajaran.
Sesuai dengan desain waktu dan materi setiap pelajaran maka Pelajaran 1 dapat diselesaikan dalam 22 pertemuan, Pelajaran 2 dapat diselesaikan dalam 18 pertemuan, Pelajaran 3 dapat diselesaikan dalam 14 pertemuan, Pelajaran 4 dapat diselesaikan dalam 20 pertemuan, Pelajaran 5 dapat diselesaikan dalam 14 pertemuan, dan Pelajaran 6 dapat  diselesaikan dalam 14 pertemuan. Setiap pertemuan selama 2 jam pelajaran. Satu jam pelajaran ekuivalen dengan 35 menit.
Agar pembelajaran dapat berlangsung efektif dan terarah maka pembelajaran tiap pelajaran dirancang dengan sajian yang terdiri atas
• Pengantar
• Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
• Kegiatan Pembelajaran
• Penilaian
• Pengayaan dan Remedial
• Interaksi Guru dan Orang Tua
• Kunci Uji Kompetensi
Rancangan tersebut akan membantu para guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran.

....

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel