5 Fakta Tentang Rumah Lelang yang Perlu Anda Ketahui, Teliti Sebelum Membeli

Lima Tentang Rumah Lelang yang Perlu Anda Ketahui Sebelum anda membeli rumah lelang, ada baiknya anda mengetahui mitos-mitos yang ada tentangnya terlebih dahulu!

5 Fakta Tentang Rumah Lelang yang Perlu Anda Ketahui, Teliti Sebelum Membeli

Barang apa pun yang dijual di lelang pasti terkait dengan harga murah. Hal yang sama berlaku untuk rumah lelang – mereka biasanya dijual dengan harga lebih rendah dari harga pasar.

Namun, meski harganya lebih murah, masih ada orang yang takut untuk membeli rumah lelang. Apa penyebab di balik kecemasan ini dan apakah itu dibenarkan? Untuk menjawab pertanyaan ini, pertama-tama kita perlu mencari tahu 5 Fakta Tentang Rumah Lelang sebagaiberikut :.

1. Penghuni rumah belum meninggalkan rumah

Sesuatu yang mungkin mengejutkan pembeli adalah bahwa rumah lelang sebenarnya tidak menjamin kekosongan penghuni (kepemilikan kosong). Ada banyak contoh di mana pemilik atau penyewa sebelumnya menolak untuk pergi dan masih menghuni rumah.

Tindakan penghuni yang menolak pindah adalah salah satu risiko yang harus ditanggung penawar dan berbeda dengan pembelian rumah melalui pengembang atau pemiliknya (rumah yang tidak dilelang).

Baca Juga : Tips Investasi Properti Yang Menguntungkan

Perlu dicatat bahwa dalam kasus pelelangan, bank tidak akan menyerahkan kepemilikan kosong kepada penawar. Ini jelas dinyatakan dalam deklarasi penjualan. Bahkan, biasanya tidak ada acara serah terima kunci. Penawar juga dilarang memasuki properti sebelum pembayaran penuh atas properti penawaran dilakukan.

Penawar mungkin perlu mendapatkan perintah pengadilan bagi penghuni untuk mengosongkan rumah lelang. Namun, ini membutuhkan waktu dan biaya tambahan. Oleh karena itu, penawar disarankan untuk melakukan survei ke rumah lelang terlebih dahulu sebelum melakukan penawaran.

2. Sebagian Rumah Lelang Dalam Kondisi kurang Baik

Kami sudah bercerita tentang penghuni yang tidak ingin mengosongkan rumah lelang. Sekarang kita beralih ke situasi yang berlawanan yaitu ketika rumah lelang telah ditinggalkan untuk waktu yang lama. Dalam situasi seperti itu, rumah biasanya dalam kondisi yang buruk dan kotor. Bahkan, ada beberapa contoh di mana rumah lelang telah diubah menjadi tempat pembuangan sampah.

Sebelum tanggal lelang, Anda perlu mengunjungi rumah untuk melihat bagian luar rumah. Ini dapat memberi Anda gambaran kasar tentang kondisi rumah dan Anda dapat membuat perkiraan kasar tentang biaya pembersihan dan perbaikan yang perlu dilakukan.

3. Tunggakan Tagihan yang ditinggalkan pemilik lama

Ada beberapa contoh di mana penghuni sebelumnya meninggalkan rumah lelang dengan tumpukan tagihan seperti air, listrik, pajak tanah, dll. Tunggakan semacam ini biasanya tidak ditanggung oleh bank.

Anda dapat menggunakan dokumen Proklamasi Penjualan (POS) untuk memeriksa tagihan yang belum dibayar.

4. Uang Deposit Anda Dijamin

Setelah memenangkan penawaran, Anda perlu mendapatkan pembiayaan pinjaman dari bank. Proses ini harus segera dilakukan yaitu dalam waktu 90 hari atau 120 hari. Jika pembiayaan tidak disetujui, Anda harus memiliki cukup uang untuk membayar saldo dari harga pembelian. Jika Anda ingin membatalkan pembelian, deposit Anda akan terbakar.

5. Semua Rumah Lelang Dalam Kondisi Buruk

Biasanya, rumah tersebut dilelang akibat pemiliknya gagal membayar cicilan rumah dan saldo terutang. Dengan demikian, bank mengambil kembali rumah itu dari pembelinya dan kemudian dijual kembali di lelang.

Baca Juga : Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Rumah

Namun, ada juga kasus di mana pembeli tidak dapat melanjutkan pembeliannya karena pinjaman bank tidak disetujui. Hal ini membuat rumah dibiarkan kosong begitu saja. Situasi lain adalah ketika rumah-rumah tidak terjual di pasar sekunder (subsale).

Dalam keadaan seperti itu, rumah dalam kondisi baru, hanya dijual dengan harga lelang. Ini adalah situasi di mana membeli rumah lelang benar-benar menguntungkan!

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url