Cara Menyimpan Uang untuk Masa Depan

Gurubelajar. Cara menyimpan uang untuk masa depan. Kebanyakan orang, ketika mereka menerima gaji, masukkan saja uang itu ke rekening bank. Kemudian, mereka akan menghabiskan tanpa banyak berpikir sepanjang bulan, dan apa yang tersisa di akhir bulan dihitung sebagai "tabungan". 

Metode mengelola uang ini mudah, tetapi akan membuat perencanaan keuangan Anda untuk masa depan menjadi sangat sulit. Segera, Anda akan menyadari bahwa saldo bank Anda tidak naik sama sekali, bahkan jika gaji Anda masuk ke bank setiap bulan.

Cara Menyimpan Uang untuk Masa Depan

Cara Membagi Gaji Untuk Menabung Demi Masa Depan. Jadi, apa cara terbaik untuk membagi gaji Anda sehingga Anda dapat menyimpan untuk masa depan?

Cara menyimpan uang untuk masa depan

Adapun tips Cara Menanung Uang untuk Masa Depan yaitu menggunakan metode :

Metode 20% + 50% + 30%

Mengikuti metode ini, Anda menghitung uang gaji bersih Anda (jumlah yang persis di dalam tabungan bank, pajak penghasilan, dll). Kemudian, Anda membagi jumlah tersebut menjadi 3 kategori dengan mengikuti persen di bawah ini:

20% Tabung Simpanan

Ini adalah kategori pertama yang dikelola – disarankan untuk membuka rekening tabungan khusus untuk menghemat uang hanya untuk masa depan. Pada hari yang sama ketika gaji kalian masuk, terus transfer 20% dari total gaji ke rekening tabungan ini, dan lupakan saja. 

Uang ini tidak boleh disentuh sama sekali kecuali pada saat darurat. Seiring waktu, Anda akan melihat jumlah saldo tabungan ini berkali-kali lipat dan merasa puas dengan hasil tabungannya.

Contoh seseorang yang membayar Rp 4.000.000 per bulan: Rp 4.000.000 x 0,2 = Rp 800.000 langsung disetorkan ke rekening tabungan.

Rp 800.000 sebulan x 12 bulan = Rp 9.600.000 setahun disimpan

Baca juga :  Tips Menggunakan Kartu Kredit Dengan Aman

50% Utang & Pinjaman

Kemudian, alokasikan 50% dari gaji untuk tagihan tetap dan pembayaran utang. Tagihan tetap meliputi tagihan listrik, air, internet, telepon, dan sebagainya. Itu TIDAK termasuk tagihan kartu kredit yang digunakan untuk makan & minum di luar ruangan, hiburan, pakaian, dll. RUU ini akan masuk dalam kategori berikutnya.

Selain tagihan tetap, alokasi 50% ini juga mencakup pembayaran utang, misalnya pembayaran pinjaman pribadi, pinjaman mobil/rumah, pinjaman bisnis, dll. Jadi, jika Anda ingin mengajukan pinjaman pribadi, Anda harus menghitung jumlah pembayaran bulanan utang Anda saat ini, termasuk tagihan tetap bulanan, dan memastikan bahwa itu tidak melebihi 50% dari gaji bersih.

Contoh seseorang dengan gaji Rp 4.000.000 per bulan: Rp4.000.000 x 0,5 = batas maksimum Rp.2.000.000 untuk total pembayaran bulanan utang & tagihan tetap.

30% Pembelanjaan Sehari hari

Kategori terakhir adalah 30% dari gaji bersih yang dialokasikan untuk mendanai biaya hidup lainnya, seperti bahan dapur, transportasi (bensin/tol), hiburan, dll. Ini adalah kategori yang perlu Anda kendalikan dengan ketat, karena jumlah ini dapat sangat bervariasi dari bulan ke bulan, dan mudah untuk diganti jika Anda suka berbelanja sesuai keinginan Anda sendiri. 

Untuk mengontrol pengeluaran ini secara lebih efektif, cobalah untuk menarik semua jumlah tabungan di bank sebesar 30 %  dan membaginya lebih lanjut untuk setiap pembelanjaan kecil, seperti bahan dapur, transportasi, hiburan, dll. 

Baca juga :  Tips Meredam kemarahan menurut Islam

Dengan metode ini, Anda dapat mengira ngira dan memastikan jumlah alokasi belanja untuk keperluan sehari hari, dan bertanya pada diri sendiri apakah Anda mampu makan di luar / membeli kemeja baru / menonton film ini. Anda juga dapat mentransfer uang antar kategori, misalnya bulan ini Anda ingin membeli kemeja baru, jadi Anda harus mengurangi anggaran Anda untuk biaya makan di luar ruangan untuk dapat membelinya.

Dengan panduan ini, yaitu Cara Menyimpan Uang untuk Masa Depan. mari kita berusaha untuk membagi uang gaji kita untuk menjamin masa depan yang cerah!

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url